Info Tips Trick Tutorial.

Jumat, 20 Oktober 2017

Cara Budidaya Ternak Kambing dan Domba

Cara Budidaya Ternak Kambing dan Domba


Cara Budidaya Ternak Kambing dan Domba - Hallo sahabat , Pada artikel yang anda baca kali ini dengan judul Cara Budidaya Ternak Kambing dan Domba, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Baca juga : Cara Budidaya Padi


Cara Budidaya Ternak Kambing dan Domba

Jenis Kambing dan Domba :

Kambing kacang/kambing jawa

  • Bobot jantan +sekitar 30 kg / ekor, betina 20 25 kg/ ekor
  • Betina maupun jantan bertanduk pendek melengkung ke belakang,
  • Hidung lurus, leher pendek, daun telinga pendek berdiri tegak, kambing jantan berjenggot subur, warna bulu bermacam-macam hitam, coklat, putih atau campuran.
  • Umur 6 bulan sudah mulai dewasa kelamin dan umur beranak pertama mulai umur 12 bulan dengan jumlah anakan setiap kali melahirkan 1-3 ekor.

Kambing Etawah

  • Berasal dari India
  • Bobot badan dewasa 40 70 kg
  • Selain menghasilkan daging dapat menghasilkan SUSU 1-3 liter/hari,
  • Daun telinga jantan 31 – 40 cm dan yang betina 25 – 36 cm tergantung lemas ke bawah,
  • Jantan maupun betina memiliki tanduk pendek 7 – 25 cm,
  • Bulu jantan lebih lebat terutama pada bagian punggung, hidung, daerah leher, sepanjang punggung ekor, pantat serta dagu.
  • Warna bulu umumnya tunggal merupakan warna campuran hitam putih coklat.

Kambing Saanen

  • Berasal dari swiss
  • Bobot badan jantan 80 kg dan betina 50 kg, dapat menghasilkan susu .
  • Leher panjang dan halus , telinga pendek dan tegak mengarah kedepan,
  • Meiliki mata yang besar, berbulu pendek keculai yang betina pada bagian ekor dan dagu berbulu panjang dan yang jantan bagian yang berbulu panjang adalah sepanjang punggungnya, warna bulu umunya putih.

Kambing Peranakan Etawah (PE)

  • Hasil persilangan antara Kambing Kacang dengan Kambing Etawah
  • Bobot badan kambing jantan dewasa sekitar 37 kg dan betina sekitar 32 kg,

Domba Asli Indonesia
Badan kecil, lambat dewasa, warna bulu maupun tandatanda lainnya tidak seragam, sering disebut Domba Kampung.
Domba Ekor Gemuk
Ukuran badan lebih besar dari Domba Kampung, yang jantan bertanduk, yang betina tidak bertanduk, ekornya panjang dan lebar serta tebal tetapi ujung ekor kecil.
Domba Priangan
Terkenal dengan domba Garut, diduga hasil persilangan Domba Ekor Gemuk dan Domba Merino, yang jantan bertanduk besar melengkung ke belakang berbentuk spiral, pangkal tanduk hampir bersatu, bobot badan jantan 60 – 80 kg dan yang betina 30 – 40 kg, berbulu halus, lebat dan panjang, yang jantan sering dijadikan domba aduan.
Domba Merino
Merupakan Domba penghasil wol, seluruh badannya tertutup bulu wol yang lebat dan panjang, yang jantan bertanduk melingkar ke belakang, yang betina tidak bertanduk,ukuran badannya tergolong sedang.

Seleksi Bibit



  1. Seleksi berdasarkan keturunan
  2. Seleksi berdasarkan kelegahan (penampilan) bentuk fisik

Sistim Perkawinan (Reproduksi)

Waktu mengawinkan yang tepat

  • Sebaiknya kambing di kawinkan pada umur 1.5 tahun
  • Tanda-tanda birahi kambing betina: Tidak renang (gelisah), mengibas-ngibas ekor, menggosok-gosokan badan ke kandang, terus-menerus mengembik, sering kencing dan vulvanya membengkak, keluar lender dan agak kemerahan.
  • Lama birahi 12 – 18 jam dengan siklus setiap 18 – 24 hari (rata-rata 20 hari)

Masa Bunting

  • Apabila setelah 20 – 24 hari setelah dikawinkan tidak menunjukkan tanda-tanda birahi lagi menandakan kambing mulai bunting
  • Lamanya bunting rata-rata 155 hari sejak perkawinan.

Sistem perkawinan

  • Perkawinan sedarah (inbreeding) harus dihindari karena dapat menurunkan kualitas keturunan
  • Perkawinan silang (cross breeding) untuk memperbaiki keturunan.

Pakan



  • Hijauan dan konsentrat
  • hijauan berupa rumput rumputan, kacang-kacangan dan daun-daunan
  • Kebutuhan hijauan 10 – 15 kg/hari
  • Bahan konsentrat atau penguat antara lain dedak halus, dedak jagung, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah dan ampas tahu

Kandang

Kandang merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan dan kesuksesan pada usaha budidaya kambing dan domba, dimana dengan adanya kandang ini dapat melindungi ternak dari hujan dan panas serta akan memudahkan para peternak dalam melakukan pengontrolan terhadap ternaknya tersebut, baik itu terhadap serangan penyakit dan juga kualitas pakan yang kita berikan.

Adapun syarat-syarat kandang yang baik adalah kandang yang memenuhi persyaratan kandang berikut ini :


  • Ukuran kandang sesuai dengan jumlah ternak yang akan kita usahakan
  • Cukup terang dan mendapat sinar matahari pagi
  • Sirkulasi udara lancar
  • Tidak lembab dan tidak becek
  • Tidak terlalu dekat dengan pemukiman

Sedangkan bentuk kandang pada ternak kambing adalah kandang berkolong (panggung) dan kandang lantai. Dan untuk ukuran kandang kambing standarnya pada kambing betina dewasa berukuran 1 x 1,2 m/ekor, kambing jantan dewasa 1,2 x 1,4 m/ekor, kambing induk dan anak 1,2 x 1,5 m/ekor dan anak kambing ukuran kandangnya adalah 1 x 1,2 m/2 ekor.

Tata Laksana Pemeliharaan

Dalam tatalaksana pemeliharaan ternak kambing dan domba secara intensif ini dapat kita bagi dalam beberapa bentuk pemeliharaan.
a. Pemeliharaan rutin : dalam pemeliharaan secara rutin ini dapat berupa pemberian pakan dan minum, membersihkan kandang dan sekitarnya, memandikan, mengadakan pergerakan badan (Exercise) terutama bagi ternak jantan sebagai pemacak

b. Pemeliharaan khusus :
pemeliharaan khusus ini dapat berupa pemeliharaan induk bunting dimana perlakuan yang harus diberikan berupa ditempatkan di kandang khusus yang di alasi jerami kering, berikan pakan yang lebih berkualitas, Pada usia kebuntingan 45 bulan (menjelang melahirkan) usahakan ternak banyak bergerak dan berjalan-jalan

Selanjutnya Mengamati tanda-tanda induk kambing/domba mau melahirkan ditandai dengan ambing membengkak dan kemerah-merahan, puting susu jika di pijat mengeluarkan cairan, vulva (kelamin) membengkak dan kemerah-merahan serta mengeluarkan lendir, perut mengembung bila berdiri kaki belakang di renggangkan dan pangkal ekor di angkat tinggi-tinggi.

Dan pemeliharaan khusus selanjutnya adalah menyiapkan kandang untuk melahirkan dimana induk kambing/domba yang akan melahirkan dimasukkan ke dalam kandang yang bersih, ventilasi udara baik, terang serta lantai kandang di ainsi jerami kering. Kandang untuk melahirkan sebaiknya terpisah dari kandang lainnya.

Dalam proses melahirkan kita harus menolong induk yang melahirkan dengan cara Bersihkan ekor dan kaki belakang dari kotoran darah dan lendir yang menempel, Cuci ambing dengan air hangat dan disinfectan yang tidak beracun, Awasi placenta yang mau jatuh agar tidak terinjak, jika menggantung agak panjang sebaiknya di potong kemudian dikubur. Setelah melahirkan segera beri air minum dicampur gula , dan hijauan yang segar

Setelah anak kambing lahir, maka harus diberi pertolongan terhadap anak kambing/domba yang baru lahir dengan cara bersihkan lendir dari lubang hidung dan mulutnya dengan segera, ikat tali pusar dengan benang pada jarak 2 cm dari perut, tali pusar sebelah luar potong dengan gunting atau pisau yang steril sepanjang 2 cm, bekas potongan olesi dengan yodium. Jika anak kambing/domba yang baru lahir lemah, perlu dibantu untuk menyusu pada induknya.

Tahap selanjutnya adalah pemeliharaan anak kambing/domba dimana anak kambing/domba dibiarkan menyusu pada induknya sampai usia 5 bulan. Jika induknya mati, bisa disusukan pada induk lain yang bersamaan melahirkan. Bersihkan dan ganti alas lantai yang sudah becek dengan yang kering agar tidak lembab dan tidak menimbulkan penyakit.

Memelihara kambing/domba muda (masa pertumbuhan) dimana anak kambing/domba mulai di sapih umur 3 bulan, Beri pakan yang baik dan memadai, untuk penggemukan ruang gerak dibatasi agar tidak banyak energi yang terbuang, Kambing/domba jantan muda yang akan digemukan sebaiknya dikebiri Beri obat cacing secara teratur, dimandikan seminggu sekali kemudian di jemur.

Dalam memelihara kambing/domba pejantan ini kandang pejantan terpisah dari kandang lain, tetapi jangan terlalu jauh dari kandang betina agar nafsu kawinnya tetap tinggi, mandikan seminggu sekali, berikan pakan yang cukup dan berkualitas, lakukan pemotongan kuku dan bulu secara teratur.

Untuk mengawinkannya kambing/domba betina di bawa ketempat pejantan untuk di kawinkan atau dengan Inseminasi Buatan/ IB (hand mating). Jantan dan betina kawin secara alam di padang pengembalaan (pasture mating)

Penyakit
Penyakit yang sering ditemui pada ternak kambing dan domba diantaranya: Antraks, PMK: SE: AE dan Brosiolosis,


Demikianlah Artikel Cara Budidaya Ternak Kambing dan Domba

Sekianlah artikel Cara Budidaya Ternak Kambing dan Domba kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Cara Budidaya Ternak Kambing dan Domba Rating: 4.5 Diposkan Oleh: IRZAN ZULMI
Terima kasih sudah berkomentar